Select Menu

,

,

Slider

Haji & Umroh

Motivasi

Serba Serbi

Trenggalek

Kesehatan

Videos

» » » Bagaimana Hukumnya Menunaikan Umrah dengan Cara Berhutang?
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Haji merupakan salah satu ibadah wajib yang menjadi salah satu syarat genapnya ke-Islaman seseorang. Meski begitu, ibadah ini hanya dianjurkan bagi mereka yang tergolong mampu. Sementara umrah dianggap merupakan ibadah setara haji, tetapi hukumnya sunnah. Dua ibadah ini dijalankan dengan berziarah ke Tanah Suci, Mekah dan Madinah di Arab Saudi. Untuk menjalankan masing-masing dari dua ibadah ini, seorang Muslim harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Tidak semua Muslim sanggup menjalankan ibadah ini lantaran biaya yang besar. 
Sebagian dari mereka ada yang rela menyisihkan sebagian pendapatannya dalam kurun waktu cukup lama agar dapat menunaikan haji maupun umrah. Ada sebagian di antara mereka bahkan berutang demi bisa ke Baitullah. Lantas, bagaimana hukum menjalankan haji maupun umrah dengan berutang? Mengutip penjelasan Bathsul Masail Nahdlatul Ulama, yang didasarkan pada kitab Mawabib Al Jalil Syarhu Mukhatshar Al Khalil karya Al Haththab Ar Ru'aini, seseorang tidak mendapat kewajiban berhaji maupun berumrah jika dia berutang tetapi sebenarnya dia tidak mampu membayar utangnya. Sementara bagi mereka yang mampu mengembalikan utang tersebut, maka hukum wajib haji masih berlaku. Demikian pula sunnah menjalankan umrah. 

Dan berikut adalah hasil Bahtsul Masail NU yang kami copast dari situs Nahdatul Ulama' dan yang sudah jelas sumber hadisnya :

Assalamu’alaikum wr. wb
Pengasuh Rubrik Bahtsul Masail NU Online yang terhormat. Kami hendak menanyakan tentang berhutang untuk menunaikan ibadah umrah. Mulai berangkat umrah sampai kembali ke tanah air hanya empat belas hari, tetapi mengangsur hutangnya sampai setahun. Umrah yang hukumnya sunah malah menimbulkan perkara wajib, yaitu membayar hutang. Jika demikan bagaimana hukumnya berhutang untuk menunaikan ibadah umrah? Atas penjelasannya kami ucapkan terimakasih. 
Wassalamu’alaikum wr. wb. (Shohibul Miftah/Kartosuro)

Jawaban:
Assalamu’alaikum wr. wb
Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa salah satu syarat haji maupun umrah adalah istitha’ah, atau adanya kemampuan untuk menunaikannya. Dengan kata lain, orang yang tidak memiliki kemampuan tidak terkena kewajiban haji atau kesunahan umrah. 

Pertanyaannya adalah siapakah orang yang masuk kategori mampu? Apakah bisa dikategorikan sebagai orang yang mampu, seseorang yang dalam berhaji atau berumrah dengan cara berhutang? Dalam konteks ini, ada penjelasan menarik dari penulis kitab Mawahib al-Jalil Syarhu Mukhtashar Khalil yang kami anggap cukup memadai untuk dijadikan acuan dalam menjawab pertanyaan di atas.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa jika ada seseorang tidak bisa sampai ke Makkah kecuali dengan cara berhutang, sedangkan ia sebenarnya tidak mampu membayarnya, maka dalam konteks ini ia tidak wajib berhaji. Ini adalah pandangan yang telah disepakati para ulama.

Berbeda ketika orang tersebut mampu membayar hutangnya, maka ia dikategorikan sebagai orang yang mampu. Karenanya, ia wajib melaksanakan haji meskipun dengan cara berhutang. Sebab, kemampuan dia untuk membayar hutang menyebabkan ia dianggap sebagai orang yang sudah istitha’ah (memiliki kemampuan).

مَنْ لَا يُمْكِنُهُ الْوُصُولُ إِلَى مَكَّةَ إِلَّا بِأَنْ يَسْتَدِينَ مَالًا فِي ذِمَّتِهِ وَلَا جِهَةَ وَفَاءٍ لَهُ فَإِنَّ الْحَجَّ لَا يَجِبُ عَلَيْهِ لِعَدَمِ اسْتِطَاعَتِهِ وَهَذَا مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ، وَأَمَّا مَنْ لَهُ جِهَةُ وَفَاءٍ فَهُوَ مَسْتَطِيعٌ إِذَا كَانَ فِى تِلْكَ الْجِهَةِ مَا يُمْكِنُهُ بِهِ الْوُصُولُ إِلَى مَكَّةَ

“Barang siapa yang tidak mungkin bisa sampai ke Makkah kecuali dengan berhutang dan ia tidak memiliki kemampuan untuk membayarnya, maka ia tidak wajib haji karena ketidakmampuannya. Ini adalah pandangan yang disepakati para ulama. Adapun orang yang bisa mampu membayarnya, maka dikategorikan sebagai orang yang mampu seandainya ketika ia berhutang memungkin baginya untuk bisa sampai ke Makkah”. (Al-Haththab ar-Ru’aini, Mawabib al-Jalil Syarhu Mukhatshar al-Khalil, Bairut-Daru ‘Alam al-Kutub, 1423 H/2003 M, juz, III, h. 468)

Kalo melihat jaman kita saat ini dan melihat dari jawaban dan Hadis di atas Umroh dan Haji itu sebenarnya bukan urusan mampu dan tidak, karena kita sebagai umat Islam berhutang urusan duniawi saja banyak banget yang menjalani seperti halnya kredit mobil,motor dll.. tapi kenapa berhutang karena ingin menunaikan kewajiban kita kepada sang maha pencipta kita masih beralasan tidak mampu...
apakah alasan itu adil buat kita,buat agama kita.
Anda ingin menjalakan ibadah Umroh atau Haji dan tidak mampu kalau sekaligus harus mengeluarkan banyak uang sedangkan mungkin jika kalian ingin pinjam uang di Bank ataupun Koperasi itu semua harus membutuhkan jaminan,surfey dan bahkan berbunga, sedangkan Umroh dan Haji tidak boleh dengan uang pinjaman kalo uang tersebut mengandung riba..

Pertanyaanya... Di jaman sekarang ini apa ada orang yang masih mau percaya dan meminjamkan pada anda tanpa harus kalian beri jaminan dll,padahal Umroh dan Haji utu biayanya tidak sedikit...
Jawabnya adalah ADA... dan progam yang seperti ini di Indonesia bahkan mungkin di Dunia hanya ada satu yang siap melayani,yang siap memberikan pinjaman anda untuk beribadah ke tanah suci..
Adalah TABUNG HAJI UMROH dengan Founder Bpk.H.Yulianto,Se.
dan karena Progamnya memang Mengumrohkan dan Menghajikan masyarakat muslim dengan dana talangan yang tanpa adanya surfey tanpa jaminan apapun dan tanpa bunga, maka kami dari Radio Kurnia FM memutuskan untuk bergabung dengan Bp.Yulianto,Se. Kami berniat untuk ikut si'ar dan mengajak semua masarakat muslim terutama di indonesia, ayo kita jalankan kewajiban kita sebagai orang muslim pergi beribadah ke Baitulloh. Tak ada alasan lagi kita untuk bilang tidak mampu karena dengan Tabung Haji Umroh Yulianto Foundation kita akan di beri pinjaman untuk beribadah ke Baitulloh yang tak kan ada jaminan dan tanpa riba.
Dan mungkin anda yang mau sekedar memahami tentang dana talangan Tabung Haji Umroh anda bisa mendengarkan Dialognya setiap hari di Kurnia FM Setiap jam 5 sore sampai selesai,.
Dan selain anda bisa dengarkan tausiahnya dan memahami progam ini jika mungkin hati anda sudah terbuka dan mendapatkan HidayahNYA hingga anda ingin ikut serta menjalankan ibadah Umroh ataupun Haji bersama Tabung Haji Umroh silahkan anda mendaftar di Radio Kurnia FM Trenggalek,atau anda bisa kontak kami di 0852 3596 5999.

About Kurniafm Trenggalek

Radio Kurnia FM Trenggalek"-Informasi Music Dan Budaya" Telp.0821 4107 4555 SMS.0821 4107 4666
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar