Select Menu

,

,

Slider

Haji & Umroh

Motivasi

Serba Serbi

Trenggalek

Kesehatan

Videos

» » Mudanya Ramah Setelah Tua Jadi Pemarah, Kenapa Bisa Begitu?
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Mungkin idiom muda foya-foya tua kaya raya terlalu sulit diwujudkan, sehingga banyak orang malah menerapkan muda ramah tamah tua marah-marah. Agaknya asam garam kehidupan membuat jiwa yang dulu bahagia kini hanya bisa bermuram durja. Ada apakah gerangan?

Masa tua dilalui setiap orang dengan caranya masing-masing. Walau ada banyak orang yang menjadi lebih bijak saat bertambah tua, tak sedikit pula di antaranya yang justru berubah menjadi pemarah dan penggerutu. Padahal dulunya ketika masih muda tak begitu.

“Bisa jadi karena banyak masalah yang belum selesai (unfinished business). Sehingga saat masih muda pengendalian dirinya masih kuat, tetapi saat sudah tua pengendalian dirinya sudah jebol jadi mudah bete,” kata Ratih A. Ibrahim.

Ratih yang merupakan psikolog sekaligus pendiri lembaga konseling dan pengembangan diri 'Personal Growth' ini menjelaskan, mungkin juga sifat pemarah yang muncul saat tua dikarenakan banyak yang hal dilakukan saat masih muda hanya karena kewajiban, bukan dengan keikhlasan.

Karena perubahan temperamennya bersifat relatif permanen, maka bisa dikatakan perubahan yang dialami kakek-kakek pemarah ini adalah perubahan kepribadian. Saat masih muda, kepribadian lebih sulit berubah karena lebih bisa ditahan. Saat usianya sudah lanjut, jadi berbeda urusannya.

“Apalagi kalau sudah usia lanjut sudah banyak tergantung sama orang, sehingga semakin mudah uring-uringan. Bisa juga terjadi karena tekanan dari keluarga. Basic karakternya tidak berubah, tetapi tampilan perilakunya yang berubah. Dan ini bisa disebabkan oleh faktor lingkungan juga,” terang Ratih.

Senada dengan penjelasan Ratih, psikiater dari RS Omni Alam Sutra Tangerang, dr Andri, SpKJ menerangkan bahwa kebanyakan orang yang berubah pemarah saat usianya sudah di atas 60 tahun. Secara umum, orang yang bertambah tua namun tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan dan usia akan memicu depresi.

“Biasanya gejalanya muncul saat post-power syndrome, karena tadinya banyak kerjaan tiba-tiba pensiun. Jadi merasa seperti putus asa dan tidak ada harapan. Ini dapat memengaruhi dan menciptakan depresi. Depresi pada usia lanjut dua kali lebih tinggi daripada usia muda,” terang dr Andri.

Selain faktor usia dan maladaptasi, dr Andri menyebutkan berbagai faktor lain yang membuat orang tua berubah menjadi pemarah, yaitu:
1. Kondisi medis yang menurun.
2. Faktor kehilangan, baik kehilangan pekerjaan, istri, atau anak yang sudah mulai berkeluarga sehingga tidak bersama-sama lagi. Ini disebut sindrom kekosongan (emptiness).
3. Penyakit berat, biasanya stroke, lebih mudah membuat orang gampang tersinggung dan uring-uringan.

About Kurniafm Trenggalek

Radio Kurnia FM Trenggalek"-Informasi Music Dan Budaya" Telp.0821 4107 4555 SMS.0821 4107 4666
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar