Download Mp3 Wayang Kulit Lakon Banjaran Gatutkaca - Ki Anom Suroto

Bagi pecinta Wayang Kulit,setelah beberapa waktu yang lalu saya bagikan beberapa mp3 wayang kulit dengan Ki Dalang Anom Suroto dan Ki Entus Susmono kembali kali ili saya bagikan pada anda mp3 Wayang Kulit dengan lakon Banjaran Gatutkaca Bersama Ki Dalang Anom Suroto. buat anda yang mungkin ingin memiliki mp3nya silahkan Download pada link yang sudah saya sediakan di bawah:



DOWNLOAD MP3

GABUNG YUK DI FACEBOOKNYA KURNIA FM
ANDA AKAN MENDAPATKAN INFORMASI UPDATE LAGU-LAGU/MP3 WAYANG KULIT TERBARU
Klik Gambar Di Bawah Untuk Bergabung
 

Download Mp3 Lakon Parto Kromo Dalang Ki Enthus Susmono


Saat Dewi Roro Ireng (Sembodro) sudah menginjak dewasa, di Negara Dwarawati Prabu Sri Bathoro Kresno sebagai kakak kandung Sembodro menerima tamu Prabu Baladewa raja Mandura yang tidak lain adalah kakak kandung Prabu Sri Bathoro Kresno yang bermaksud melamarkan adik iparnya yaitu Raden Burisrowo putra Prabu Salyo raja Mondoroko, tidak terduga bersamaan kedatangan Dewi Kunthi yang tidak lain adalah ibu dari para Pandowo yang bermaksud melamarkan anaknya Raden Harjuno.
Bagaimana Kisah lengkapnya Parto Kromo yang dibawakan dalang Kondang Ki Enthus Susmono ?
Dibawah ini link downloadnya :


GABUNG YUK DI FACEBOOKNYA KURNIA FM
ANDA AKAN MENDAPATKAN INFORMASI UPDATE LAGU-LAGU/WAYANG KULIT TERBARU
Klik Gambar Di Bawah Untuk Bergabung


Download Mp3 Dangdut Koplo Om.Aglies-Karya Cipta Iwan Fals

Wah.... Lagu baru lagi Brow.... Buat para pecinta dangdut koplo kususnya wilayah Jawa Timur,karena memang kebanyakan lagu-lagu yang saya share music irama dangdut koplo asal Jawa Timuran.dan tampaknya semakin lama juga semakin banyak banget grup-grup music baru bermunculan saling berlomba-lomba untuk meraih hati para pecinta dangdut koplo.dan kebanyakan juga sudah memakai jasa Studio rekaman yang berkelas di Jawa Timur maka hasilnyapun pasti tak akan mengecewakan,dan tinggal tergantung untuk pihak grupnya bisa membuat lagu yang di gemari apa tidak. tapi kalau saya sendiri melihat semuanya juga sudah bagus, seperti halnya Grup music yang satu ini,kelihatanya juga belum lama-lama amat tapi musicnya juga cukup enak di dengar terbukti yang reques di Radiosaya minta di putarkan lagu-lagunya juga banyak.OM.AGLIES setelah beberapa waktu yang lalu sempat saya share albumnya yang bertajuk lagu-lagu kenangan kali ini kembali saya persembahkan satu albumnya yang bertajuk lagu dari karya cipta penyanyi kawakan di Indonesia Bang Iwan Fals. namun Om. Aglis kali ini menggandeng Salah Satu penyanyi ternama dan tertampan di Jawa Timur...:D Shodiq Monata. Untuk anda yang mungkin belum mempunyai koleksi lagu dari Om.Aglies silahkan Download pada Link yang sudah saya sediakan di bawah,Dan Ingat,ini saya cuma menyediakan bagi anda yang mungkin dak bisa menjangkau untuk membeli VCDnya yang asli,dan bagi kalian yang bisa menjangkau untuk penjualan VCDnya silahkan membeli VCDnya yang asli pada tempat yang tersedia.semoga bermanfaat dan terimakasih.

DOWNLOAD

Kami akan sangat Berterima kasih jika Sebelum mengunduh panjenengan mau meninggalkan sedikit komentar sebagai tanda persaudaraan

Rindu Aku Rindu Kamu -Yeyen & Sang Aji.mp3 

GABUNG YUK DI FACEBOOKNYA KURNIA FM
ANDA AKAN MENDAPATKAN INFORMASI UPDATE LAGU-LAGU TERBARU
Klik Gambar Di Bawah Untuk Bergabung

 

Download Mp3 Om.Sagita The Best Lagu Karya Roma Irama

Setelah beberapa waktu yang lalu saya share Album Sagita Ngamen 10, kali ini kembali saya persembahkan salah satu album Sagita yang berisi lagu-lagu karya dari si Raja Dangdut Roma Irama.sebenarnya sih album ini sudah lama di louncing tapi karena waktu itu saya mendengar ada sruwang-sruwing bahwa album ini di tarik dari pasaran karena masalah perizinan atau yang lain saya kurang mengetahui,maka dulu saya urungkan untuk menguploadnya. Namun beberapa waktu yang lalu saya sempat melihat di tempat-tempat penjualan kaset kok ada lagu-lagu ini,dan baru sore tadi saya sempatkan untuk melihatnya langsung dan ternyata di pasaran juga sudah banyak,selain itu saya lihat di internet juga banyak yang share lagu-lagu ini.dengan alasan itu semua maka saya beranikan untuk mengunggah lagu-lagu ini sekaligus berniat untuk memberikan link Download pada pecinta music dangdut yang tak bisa menjangkau penjualan VCD yang asli. maka buat kawan-kawan yang mungkin ada yang belum memiliki koleksi lagu-lagu ini dan tak bisa membeli VCDnya silahkan untuk download pada link yang sudah tersedia di bawah. Tapi jika anda masih bisa menjangkau untuk membeli VCD yang asli silahkan dapatkan pada tempat-tempat penjualan VCDnya,. Sekali lagi saya kurang tau VCD ini boleh edar apa tidak,dan jika mungkin tidak boleh di edarkan silahkan hubungi kontak saya dan saya akan segera menghapusnya.Trimakasih mudah-mudahan bermanfaat ..

Air Mata Darah - Eny Sagita.mp3 

GABUNG YUK DI FACEBOOKNYA KURNIA FM
ANDA AKAN MENDAPATKAN INFORMASI UPDATE LAGU-LAGU TERBARU
Klik Gambar Di Bawah Untuk Bergabung


Kami akan sangat Berterima kasih jika panjenengan mau meninggalkan sedikit komentar sebagai tanda persaudaraan

 


Download Mp3 Dangdut Koplo Lagu Dedy Dores Versi Didi Kempot

Lagu Dedy Dores dulu sangant ngetrend di belantika musik Pop Indonesia apa lagi kalao yang di nyanyikan oleh penyanyi ternama almarhum Nike Ardila serta Almarhum Popy Mercury. Namun kali ini lagu-lagunya di aransemen ulang oleh penyenyi Campursari ternama Didi Kempot dulu Lagu pop kali ini di bikin dengan irama dangdut koplo,ternyata juga enak di dengar,sebenarnya sih album ini sudah lama tapi saya baru sempat menguploadnya. mungkin ada kawan-kawan yang belum memiliki mp3nya silahkan download pada link yang sudah tersedia di bawah,tapi jangan lupa untuk membeli CDnya yang asli..

  1. Untuk Apa Lagi - Didi Kempot - Deddy Dores.mp3
  2. Setitik Air - Didi Kempot - Deddy Dores.mp3
  3. Mendung Tak Berarti Hujan - Didi Kempot.mp3
  4. Hatiku Bagai Di Sangkar Emas - Didi Kempot.mp3
  5. Hatiku Seputih Gaunmu - Didi Kempot.mp3 
  6. Hati Tergores Cinta - Didi Kempot.mp3 
  7. Hati Yang Kecewa - Didi Kempot.mp3 
  8. Cintaku Tak Terbatas Waktu - Didi Kempot.mp3
  9. Cintaku Takkan Berubah - Didi Kempot.mp3 
  10. Cintaku Terbalut Sepi - Didi Kempot.mp3 
  11. Hati Bagai Terpenjara - Didi Kempot.mp3 
  12. Bagai Lilin Kecil - Didi Kempot.mp3   
 GABUNG YUK DI FACEBOOKNYA KURNIA FM
ANDA AKAN MENDAPATKAN INFORMASI UPDATE LAGU-LAGU TERBARU
Klik Gambar Di Bawah Untuk Bergabung

Download Mp3 Wayang Kulit "KARNO TANDING" Ki Entus Susmono

Rasa duka dan kehilangan yang mendalam masih dirasakan Bima, kehilangan Gatotkaca yang gugur oleh hunjaman Senjata Kunta Adipati Karno. Tidak hanya kehilangan anak tersayang, Bima juga ditinggal istri tercinta Dewi Arimbi. Demi menepati janji, menyusul Gatotkaca dengan nglayu mati obong, membakar diri.
Bagi Arjuna dan Bima, duka ini telah mampu menghilangkan daya dan semangat hidupnya untuk meneruskan niat perang suci, perang Baratayuda. Perang ini adalah tugas suci untuk menumpas angkara murka dan tingkah durjana
Tenggelam dalam kesedihan dan keputusasaan yang dalam membuat suasana perkemahan sepi nyenyet seperti kuburan. Puntadewa, Wrekudara, Arjuna, Nakula Sadewa
Arjuna tertunduk lesu seolah tanpa sepotong tulang pun menyangga tubuhnya. Lemas tanpa daya. Dengan kegalauan yang mendalam, Arjuna kehilangan tekad dan kekuatannya untuk menuntaskan tugas sucinya meneruskan peperangan dan menuntaskannya. Kegamangan sebagai kesatriya utama yang harus berjalan paling depan, memimpin dengan gagah tanpa keraguan.
Hanya Kresna, titisan Wisnu itu, yang terlihat tenang menyikapi suasana dan kejadian ini. Bahkan Kresna sudah mampu melihat apa yang akan terjadi, hanya perlu menjalankan dengan kesabaran untuk tetap melanjutkan skenario menyelesaikan amanah dan dharma bhaktinya.
Sementara kesaktian Adipati Karno memporak porandakan, dan Semakin banyak korban dari pasukan pendawa yang gugur. Hanya Arjuna yang kuasa menandingi Adipati Karno. Yang mampu menyamai kesaktiannya. Arjuna diam, maka percayalah, tidak akan lama lagi pasukan Pandawa akan tumpas habis karena Adipati Karno..”
Arjuna merasa dan melihat perang ini, siapa lawan siapa, apa yang diperebutkan?? Pandawa dan Kurawa adalah saudara sedarah. Yang diperebutkan adalah sejengkal tanah Amarta dan Hastina. Namu berapa banyak jiwa tak berdosa telah terbunuh oleh saudara – saudaranya sendiri. Dalam Kebimbangannya, Kresna mengharuskannya berperang dan tentu saja akan saling bunuh dengan Kakangnya sendiri Adipati Karno. 
Sedikit cerita Pewayangan Lakon Karno Tanding,untuk selanjutnya silahkan anda dengarkan sendiri.. dan kali ini kembali saya Share mp3 koleksi Kurnia FM yang terbaru dari Dalang Ternama Ki Entus Susmono,
Buat anda yang ingin memiliki Audionya silahkan download pada link yang sudah saya sediakan di bawah,mudah-mudahan bermanfaat..

DOWNLOAD

ADA BAIKNYA JIKA SEBELUM MENGUNDUH ANDA MENULISKAN SEDIKIT KOMENTAR SEBAGAI TANDA PERSAUDARAAN 

Download Mp3 Wayang Kulit "Semar Mantu" - Ki Anom Suroto

Ki Anom Suroto adalah seorang dalang Wayang Kulit Purwa. Ia mulai terkenal sebagai dalang sejak sekitar tahun 1975-an. Ia lahir di Juwiring, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu Legi 11 Agustus 1948. Ilmu pedalangan dipelajarinya sejak umur 12 tahun dari ayahnya sendiri, Ki Sadiyun Harjadarsana. Selain itu secara langsung dan tak langsung ia banyak belajar dari Ki Nartasabdo dan beberapa dalang senior lainnya.
Dalang laris itu juga pernah belajar di Kursus Pedalangan yang diselenggarakan Himpunan Budaya Surakarta (HBS), belajar secara tidak langsung dari Pasinaon Dalang Mangkunegaran (PDMN), Pawiyatan Kraton Surakarta, bahkan pernah juga belajar di Habiranda, Yogyakarta. Saat belajar di Habiranda ia menggunakan nama samaran Margono.
Pada tahun 1968, Anom Suroto sudah tampil di RRI (Radio Republik Indonesia), setelah melalui seleksi ketat. Tahun 1978 ia diangkat sebagai abdi dalem Penewu Anon-anon dengan nama Mas Ngabehi Lebdocarito. Tahun 1995 ia memperolah Satya Lencana Kebudayaan RI dari Pemerintah RI.
Ki H. Anom Suroto selain aktif mendalang, ia juga giat membina pedalangan dengan membimbing dalang-dalang yang lebih muda, baik dari daerahnya maupun dari daerah lain. Secara berkala, ia mengadakan semacam forum kritik pedalangan dalam bentuk sarasehan dan pentas pedalangan di rumahnya Jl. Notodiningratan 100, Surakarta. Acara itu diadakan setiap hari Rabu Legi, sesuai dengan hari kelahirannya, sehingga akhirnya dinamakan Rebo Legen. Acara Rebo Legen selain ajang silaturahmi para seniman pedalangan, acara itu juga digunakan secara positif oleh seniman dalang untuk saling bertukar pengalaman. Acara itu kini tetap berlanjut di kediamannya di Kebon Seni Timasan, Pajang, Sukoharjo. Di Kebon seni itu berdiri megah bangunan Joglo yang begitu megah dalam area kebon seluas 5000 M2.
Hingga akhir abad ke-20 ini, Anom Suroto adalah satu-satunya yang pernah mendalang di lima benua, antara lain di Amerika Serikat pada tahun 1991, dalam rangka pameran KIAS (Kebudayaan Indonesia di AS). Ia pernah juga mendalang di Jepang, Spanyol, Jerman Barat (waktu itu), Australia, dan banyak negara lainnya. Khusus untuk menambah wasasan pedalangan me-ngenai dewa-dewa, Dr. Soedjarwo, Ketua Umum Sena Wangi, pernah mengirim Ki Anom Suroto ke India, Nepal, Thailand, Mesir, dan Yunani.
Di sela kesibukannya mendalang Anom Suroto juga menciptakan beberapa gending Jawa, di antaranya Mas Sopir, Berseri, Satria Bhayangkara, ABRI Rakyat Trus Manunggal, Nyengkuyung pembangunan, Nandur ngunduh, Salisir dll. Dalang yang rata-rata pentas 10 kali tiap bulan ini, juga menciptakan sanggit lakon sendiri antara lain Semar mbangun Kahyangan, Anoman Maneges, Wahyu Tejamaya, Wahyu Kembar dll.
Bagi Anom Suroto tiada kebahagiaan yang paling tinggi kecuali bisa membuat membuat senang penontonnya, menghibur rakyat banyak dan bisa melestarikan kesenian klasik.
Ki Anom Suroto pernah mencoba merintis Koperasi Dalang ‘Amarta’ yang bergerak di bidang simpan pinjam dan penjualan alat perlengkapan pergelaran wayang. Selain itu, dalang yang telah menunaikan ibadah haji ini, menjadi pemrakarsa pendirian Yayasan Sesaji Dalang, yang salah satu tujuannya adalah membantu para seniman, khususnya yang berkaitan dengan pedalangan.
Dalam organisasi pedalangan, Anom Suroto menjabat sebagai Ketua III Pengurus Pusat PEPADI, untuk periode 1996 – 2001.
Pada tahun 1993, dalam Angket Wayang yang diselenggarakan dalam rangka Pekan Wayang Indonesia VI-1993, Anom Suroto terpilih sebagai dalang kesayangan.
Anom Suroto yang pernah mendapat anugerah nama Lebdocarito dari Keraton Surakarta, pada 1997 diangkat sebagai Bupati Sepuh dengan nama baru Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Lebdonagoro.
 Bagi anda yang pecinta Wayang Kulit terutama karya pedalangan Ki Anom Suroto kebetulan Kurnia FM juga mempunyai koleksinya dan tentunya kami juga akan berbagi pada anda walaupun sekedar mp3nya dengan harapan akan membawa manfaat untuk kita semuanya.dan setelah beberapa mp3 dari Pedalangan Ki Entus Susmono Dalang asal Tegal Jawa Tengah kali ini akan saya mulai Share mp3nya Wayang Dalang Ki Anom Suroto.dan hari ini saya mulai dengan Lakon SEMAR MANTU untuk lakon-lakon yang lain akan segera menyusul, Silahkan Download pada link yang saya sediakan di bawah:




DOWNLOAD
ADA BAIKNYA JIKA SEBELUM MENGUNDUH ANDA MENULISKAN SEDIKIT KOMENTAR SEBAGAI TANDA PERSAUDARAAN

Download Mp3 Wayang Kulit,Sesaji Rojo Suyo - Ki Entus Susmono

Bererapa waktu yang lalu sudah saya posting berbagai mp3 dari ki Dalang kondang dari Tegal Jawa Tengah,
Ki Enthus Susmono (lahir di Tegal, 21 Juni 1966; umur 46 tahun) adalah seorang dalang yang berasal dari Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ia adalah anak satu-satunya Soemarjadihardja, dalang wayang gol├Ęk terkenal dari Tegal dengan istri ke-tiga bernama Tarminah. Bahkan R.M. Singadimedja, kakek moyangnya, adalah dalang terkenal dari Bagelen pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat di Mataram.
KI Enthus Susmono dengan segala kiprahnya yang kreatif, inovatif serta intensitas eksplorasi yang tinggi, telah membawa dirinya menjadi salah satu dalang kondang dan terbaik yang dimiliki negeri ini. Pikiran dan darah segarnya mampu menjawab tantangan dan tuntutan yang disodorkan oleh dunianya, yaitu jagat pewayangan.
Gaya sabetannya yang khas, kombinasi sabet wayang golek dan wayang kulit membuat pertunjukannya berbeda dengan dalang-dalang lainnya. Ia juga memiliki kemampuan dan kepekaan dalam menyusun komposisi musik, baik modern maupun tradisi (gamelan). Kekuatan mengintrepretasi dan mengadaptasi cerita serta kejelian membaca isu-isu terkini membuat gaya pakeliran-nya menjadi hidup dan interaktif. Didukung eksplorasi pengelolaan ruang artisitik kelir menjadikannya lakon-lakon yang ia bawakan bak pertunjukan opera wayang yang komunikatif, spektakuler, aktual, dan menghibur. Pada tahun 2005, dia terpilih menjadi dalang terbaik se-Indonesia dalam Festival Wayang Indonesia yang diselanggarakan di Taman Budaya Jawa Timur. Dan pada tahun 2008 ini dia mewakili Indonesia dalam event Festival Wayang Internasional di Denpasar, Bali.
Ia adalah salah satu dalang yang mampu membawa pertunjukan wayang menjadi media komunikasi dan dakwah secara efektif. Pertunjukan wayangnya kerap dijadikan sebagai ujung tombak untuk menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat seperti: kampanye; anti-narkoba, anti-HIV/Aids, HAM, Global Warming, program KB, pemilu damai, dan lain-lain. Di samping itu dia juga aktif mendalang di beberapa pondok pesantren melalui media Wayang Wali Sanga.
Kemahiran dan ‘kenakalannya’ mendesain wayang-wayang baru/kontemporer seperti wayang Goerge Bush, Saddam Husein, Osama bin Laden, Gunungan Tsunami Aceh, Gunungan Harry Potter, Batman, wayang alien, wayang tokoh-tokoh politik, dan lain-lain membuat pertunjukannya selalu segar, penuh daya kejut, dan mampu menembus beragam segmen masyarakat. Ribuan penonton selalu membanjiri saat ia mendalang. Keberaniannya melontarkan kritik terbuka dalam setiap pertunjukan wayangnya, memosisikan tontonan wayang bukan sekadar media hiburan, melainkan juga sebagai media alternatif untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
Baginya, wayang adalah sebuah kesenian tradisi yang tumbuh dan harus selalu dimaknai kehadiriannya agar tidak beku dalam kemandegan. Daya kreatif dan inovasinya telah mewujud dalam berbagai bentuk sajian wayang, antara lain: wayang planet (2001-2002), Wayang Wali (2004-2006), Wayang Prayungan (2000-2001), Wayang Rai Wong (2004-2006), Wayang Blong (2007) dan lain-lain. Museum Rekor Dunia Indonesia-pun (MURI) menganugerahi dirinya sebagai dalang terkreatif dengan kreasi jenis wayang terbanyak (1491 wayang). Dan beberapa wayang kreasinya telah dikoleksi oleh beberapa museum besar di dunia antara lain; Tropen Museum di Amsterdam Belanda, Museum of Internasional Folk Arts (MOIFA) New Mexico, dan Museum Wayang Walter Angts Jerman. Semuanya tak lain dimuarakan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat luas terhadap wayang, penajaman pasar, dan membumikan kembali wayang kulit di tanah air tercinta ini.
Dan saya sendiri sampai saat ini belum pernah menonton pertunjukan langsung dari Ki Entus, saya berharap untuk kedepanya pemerintah Kabupaten Trenggalek ini mau untuk nanggap Dalang ini,karena saya amati beberapa tahun ini setiap Hari Jadi Trenggalek yangt di undang kok Dalangnya ndak pernah ganti. ya kami hanya sekedar masarakat kecil,hanya bisa mengeluh dan berharap dan tak bisa menentukan.hanya pengertian wakil-wakil rakyat yang ada di pemerintahan kabupaten yang bisa menentukan. Bahasa kasarnya
( Ngundang Dalang Ket biyen kok panggah ae... opo ndak waleh???) Bukankah terkadang masarakat juga butuh suasana baru. Maaf..Hanya sekedar opini...hehehe...
dan terus terang kalau di radio kami paling banyak permintaan putar wayang kulit dari Dalang Entus(Maaf ini bukan Promosi tapi saya katakan sejujurnya) dan mudah-mudahan tahun depan akan ada suasana hiburan Wayang Kulit yang lain.Ben Gak Waleh...

Bagi kawan-kawan yang ingin memiliki mp3  wayang Dalang Ki Entus kali ini kembali saya hadirkan buat anda semua dengan lakon SESAJI ROJO SUYO.Silahkan download pada link yang sudah saya sediakan di bawah:



DOWNLOAD

 Kami akan sangat Berterima kasih jika panjenengan mau meninggalkan sedikit komentar sebagai tanda persaudaraan


Download Mp3 Wayang Kulit Petruk Dadi Ratu - Ki Entus Susmono

Waktu Petruk menjadi raja, banyak orang menertawakannya. Menurut banyak orang, Petruk dadi Ratu itu hanyalah lakon impian, lakon lamunan rakyat bawahan yang tak dapat memperbaiki keadaan. Mana mungkin rakyat miskin dan bodoh menjadi raja kaya dan bijaksana? Ada pula yang bilang, lakon itu adalah pasemon (sindiran) tentang kere munggah mbale (gelandangan yang menjadi kaya dan lupa daratan). Lainnya lagi mengejek, lakon itu hanyalah dagelan untuk menghibur orang miskin. Dan sebagian lagi berpendapat, Petruk dadi ratu itu kisah aji mumpung (kebetulan), di mana orang miskin menggunakan kesempatan dalam kesempitan.
Di zaman Belanda dulu, Petruk dadi Ratu juga hanya dipandang sebagai guyonan. Petruk disebut sebagai Opperbevelhebber, jendral berkuasa, yang memerintah semua belantara. Sebagai penguasa, Petruk menjungkirbalikkan pranatan. Di negaranya, Lojitengara, menghisab candu dihalalkan, main judi dinaikkan derajatnya menjadi sport utama, yang dipopulerkan bagi semua warga negara.
Dari dulu sampai sekarang, entah orang Jawa ataupun Belanda, mereka semua ternyata tidak mengerti wayang. Mereka memikirkan wayang secara wadag (fisik). "Pantas, jika mereka menganggap saya, hamba sahaya yang kecil dan miskin ini, menggunakan kesempatan, berpestaria menjadi raja. Petruk dadi Ratu itu bukan lakonnya orang bodoh jadi raja, atau lakonnya orang kecil beraji mumpung, tapi lakon mencoke wahyu marang kawula (hinggapnya wahyu pada diri rakyat)", kata Petruk.
Petruk mengenang, bagaimana ia sampai menjadi raja. Alkisah, tuannya, Abimanyu menderita sakit. Abimanyu adalah perantara, yang nantinya akan mewariskan dampar (tahta) Palasara, pendiri Astina, kepada Parikesit, anaknya. Bersamaan dengan sakitnya, pergilah ketiga wahyu yang dimilikinya, yakni wahyu Maningrat, yang menyebarkan benih keratuan, wahyu Cakraningrat, yang menjaga keberadaannya sebagai ratu, dan wahyu Widayat, yang melestarikan hidupnya sebagai ratu.
Ketiga wahyu itu kemudian hinggap pada diri Petruk. Ia pun akhirnya dapat menjadi raja di negara yang dinamainya Lojitengara. Ia menggelari dirinya Prabu Wel-Geduwel Beh!. Untuk kukuh menjadi raja, ternyata ia membutuhkan damper kerajaan Astina, warisan Palasara. Petruk memerintahkan kepada kedua patihnya, Bayutinaya—titisan Anoman—dan Wisandhanu—titisan Wisanggeni, anak Arjuna--, untuk mencuri tahta Palasara itu.
Kedua utusan itu berhasil membawa pulang tahta tersebut. Prabu Wel-geduwel Beh mencoba duduk di atasnya. Begitu duduk, ia pun terjungkal. Ia coba lagi berulangkali. Sang Prabu akhirnya menyerah dan memperoleh bisikan melalui penasihat kerajaan bahwa supaya tidak terjungkal, ia harus memperoleh boneka yang bisa dililing (dilihat dan ditimang). Petruk kembali menyuruh kedua utusannya, Bayutinaya dan Wisandhanu untuk mencari boneka yang dimaksud. Tanpa memperoleh rintangan yang berarti, kedua utusannya berhasil membawa boneka itu yang tak lain adalah Abimanyu yang sedang sakit.
Ketika dipangku Prabu Wel-Geduwel Beh, Abimanyu sembuh. Dan Abimanyu berkata, "Kamu takkan bisa menduduki tahta itu, jika kamu tidak memangku aku".
"Pada saat itulah saya mengalami, bahwa saya ini hanyalah kawula. Dan saya sadar, saya akan tetap tinggal sebagai kawula, tak mungkinlah saya bisa duduk sebagai raja. Tugas saya hanyalah memangku raja, agar ia dapat menduduki tahtanya. Tuanku Abimanyu dapat duduk di tahta raja karena saya memangkunya. Jadi raja itu takkan bisa menjadi raja, kalau tidak dipangku kawula, rakyat jelata seperti saya ini", kata Petruk sambil memandang tanah datar di hadapannya.
Dulu Petruk tidak tahu, mengapa ketiga wahyu itu pergi meninggalkan tuannya dan hinggap padanya. Sekarang ia paham, wahyu sebenarnya hanya pergi untuk sementara. Ia pergi hanya untuk nitik, menengok siapakah yang memangku orang yang kedunungan (dihinggapi) wahyu. Wahyu itu tidak asal hinggap. Dia akan hinggap pada orang yang layak dihinggapi, dan orang yang layak itu haruslah orang yang dipangku Petruk, sang rakyat dan sang kawula ini. Maka setelah tahu, bahwa Petruklah yang memangku Abimanyu, wahyu itupun berhenti menitik dan ketiganya kembali kapada Abimanyu.
Di hadapan tanah datar itu, pikiran Petruk melayang lagi. Ia sedih mengingat gugurnya Abimanyu dalam Perang Bharata Yudha. Petruklah yang menggendong jenazah Abimanyu. Petruk pula yang membakar mayat Abimanyu menuju alam Mokshaya. "Saya ini hanyalah rakyat. Betapa pun hinanya diri saya, hanya saya yang bisa mengantarkan Sang Raja menuju alam kesempurnaannya. Sampai ke Moksha pun, raja itu bergantung pada kawula. Hanya rakyatlah yang dapat menyempurnakan hidup raja, bahkan ketiak ia berhadapan dengan akhiratnya", ujar Petruk.
"Memang, kawula, sang rakyat ini ada sepanjang zaman. Sementara raja itu tidaklah abadi. Ia bertahta hanya dalam masa tertentu. Ketika masa itu lewat, ia harus turun atau binasa. Sementara rakyat terus ada. Buktinya, saya ini ada di sepanjang zaman. Menjadi punakawan, hamba yang menemani penguasa dari masa ke masa, sampai hari ini. Kawula iku ana tanpa wates, ratu kuwi anane mung winates ( rakyat itu ada tanpa batas, sedangkan raja itu ada secara terbatas)", kata Petruk.
Petruk makin menyadari, siapa diri rakyat itu sebenarnya. Hanyalah rakyat yang dapat membantu penguasa untuk menuliskan sejarahnya. "Maka seharusnya penguasa itu menghargai kawula. Penguasa itu harus berkorban demi kawula, tidak malah ngrayah uripe kawula (menjarah hidup rakyat). Kwasa iku kudu ana lelabuhane (kuasa itu harus mau berkorban). Kuasa itu bahkan hanyalah sarana buat lelabuhan, kendati ia masih berkuasa, ia tidak akan di-petung (dianggap) oleh rakyat. Raja itu bukan raja lagi , kalau sudah ditinggal kawula. Siapa yang dapat memangkunya, agar ia bisa menduduki tahta, kalau bukan rakyat? Raja yang tidak dipangku rakyat adalah raja yang koncatan (ditinggalkan) wahyu," kata Petruk.
Tapi Ki Petruk, mengapa banyak penguasa yang tak memperhatikan kawula,menginjak-injak dan menghina kawula, toh tetap dapat duduk di tahtanya?
"Dalam pewayangan pun ada penguasa yang tak dipangku rakyat seperti saya. Dia adalah Dasamuka yang lalim. Dia adalah Duryudana yang serakah. Seperti halnya hanya ada satu tahta Palasara, demikian pula hanya ada satu tahta rakyat. Duryudana berkuasa, tapi tak pernah berhasil menduduki tahta Palasara. Banyak penguasa berkuasa, tapi mereka sebenarnya tidak bertahta di dampar yang sebenarnya, yakni dampar rakyat ini", jawab Petruk.
Tiba-tiba Petruk mendengar, tanah datar di hadapannya itu bersenandung. Makin lama semakin keras bahkan menjadi senandung Panitisastra: dulu tanah itu adalah hutan lebat yang bersinga. Singa bilang, kalau hutan tak kujaga tentu ia akan dibabat habis oleh manusia. Dan hutan bilang, kalau singa tak kunaungi dan pergi dariku, pasti ia akan ditangkap oleh manusia. Akhirnya singa dan hutan sama-sama binasa. Singa yang tak berhutan dibunuh manusia, hutan yang tak bersinga dibabat manusia…. "Raja dan rakyat harus wengku-winengku (saling memangku), rangkul-merangkul, seperti singa dan hutan, seperti Abimanyu dan Petruk", kata Ki petruk menyenandung tembang Panitisastra.

Sumber: Luqman, M.Pd

Mudah-mudahan sepenggal kisah berikut bisa membawa manfaat untuk kita semuanya. vdan mungkin ada anda yang pengen mendengarkan langsung ceritanya kali ini saya hadirkan buat para pecinta wayang semuanya mp3 dari pagelaran Wayang Kulit bersama dalang kondang dari Tegal Jawa Tengah Ki Entus Susmono dengan lakon Petruk Dadi Ratu.untuk panjenengan yang berminat silahkan Download pada link yang sudah tersedia di bawah,tapi jangan lupa komentarnya ya...hehehe....



DOWNLOAD MP3
  1. Petuk Dadi Ratu - Ki Entus Susmono
  2. Petuk Dadi Ratu - Ki Entus Susmono
  3. Petuk Dadi Ratu - Ki Entus Susmono
  4. Petuk Dadi Ratu - Ki Entus Susmono
  5. Petuk Dadi Ratu - Ki Entus Susmono
  6. Petuk Dadi Ratu - Ki Entus Susmono

 Kami akan sangat Berterima kasih jika panjenengan mau meninggalkan sedikit komentar sebagai tanda persaudaraan

Download Mp3 Om.Sagita - Lagu Anak

Beberapa bulan yang lalu atau mungkin sudah ada 1 tahun pernah aku share lagu-lagu dari Om.Sagita versi anak.namun setelah saya cek ternyata banyak link download yang rusak. tapi kawan-kawan yang mungkin belum punya koleksinya kali ini saya perbarui lagi.dan kalu dulu saya share di 4shared kali ini saya pindah di TusFiles biar enak di download pakek Pc Maupun Hp, silahkan anda download pada link yang sudah tersedia di bawah.:

DOWNLOAD

Selamat Ulang Tahun - All Artis Sagita
 
Bintang Kecil - Eny Sagita
Bangun Tidur - Eny Sagita
Balonku Ada Lima - Eny Sagita
Burung Kakak Tua - Eny Sagita

Satu Di Tambah Satu - Rina Amelia
Nina Bobok - Rina Amelia
Naik Kepuncak Gunung - Rina Amelia

Naik Kereta Api - Indah Andira
Hely - Indah Andira
Tik-Tik Bunyi Hujan - Indah Andira




 Kami akan sangat Berterima kasih jika panjenengan mau meninggalkan sedikit komentar sebagai tanda persaudaraan

Download Mp3 Wayang Kulit Bimo Bungkus - Ki Entus Susmono

Prabu Kresna Dwipayana, atau disebut juga Prabu Abiyasa, mempunyai 3 orang putera :

1, Drestarastra atau Dretanegara;
2. Pandu;
3. Arya Yamawidura'

Mengingat Prabu Abiyasa, berniat lengser keprabon, dan ingin kembali ke Ukirahtawu.. Sang Prabu Kresna Dwipayana sebelum kembali ke pertapaan Ukirahtawu, harus berpikir dua tiga kali, untuk menentukan penggantinya, yang sebenarnya putera sulungnya Drestarastra, yang menjadi raja,tetapi karena ia menderita kebutaan sejak lahir, maka ia kehilangan kesempatan untuk menjadi raja. Karena undang undang Astina mengatur bahwa raja tidak boleh buta. Mengingat hal itu, Prabu Abiyasa dengan berat hati menunjuk Pandu untuk mengganti kedudukannya sebagai raja Astina, menggantikan dirinya.
Pandu  menjadi raja. negeri Astina, yang didampingi Arya Gandamana , sebagai patih Astina.pura.

Sebetulnya yang lebih berhak menjadi raja, adalah kakak dari Prabu Pandu Dewanata, yaitu Drestarastra.
Namun karena Drestarastra buta, maka berdasarkan Undang Undang Negara Astinapura,maka haknya sebagai raja dihapuskan.  Disinilah awal Perang Baratayudha sudah di mulai.Sementara pemerintahan berjalan terus. Prabu Pandu mahir dalam menjalankan pemerintahan, sampai akhirnya Prabu Pandu mengikuti
Sayembara memperebutkan Dewi Kunti.
Prabu Pandu berhasil  memenangkan sayembara Kunti di Kerajaan Mandura. Prabu Pandu pulang ke Astina
membawa Dewi Kunti. Perjalanan pulang Pandu, juga disertai pula Dewi Madrim adik Narasoma dan Dewi
Gandari kakak Pangeran Sri Gantalpati dari Negeri Gandara., yang diserahkan kepada Pandu, dengan
harapan akan menjadi permaisuri Prabu Pandu.
 
Dan sebelum saya lanjutkan mohon maaf karena saya sendiri masih kurang pengalaman banyak sekali tentang pemahaman soall wayang maka tulisan ini saya copast dari http://muharifhartono.blogspot.com.

Kepulangan Pandu tersebut  juga disertai adik Dewi Gendari, Pangeran Sri Gantalpati.
Sesampai di Istana Astinapura, Prabu Pandu Dewanata tidak tega dengan kakaknya, Drestarastra.Disuruhnya memilih salah satu diantara tiga Puteri yang dibawanya. Adik Dewi Gendari, Pangeran Sri
Gantalpati, terkejut, ketika Pandu menyerahkan puteri puteri itu termasuk kakaknya, Dewi Gendari kepada
Drestarastra, untuk dipilih  menjadi istrinya. Baik Gendari maupun Sri Gantalpati berharap semoga
Drestarastra tidak memilihnya.  Tetapi ternyata Drestarastra  memilih Gendari menjadi istrinya, Menurut
rabaannya Gendari akan mempunyai 100 anak, sedangkan Dewi Kunti  3 orang anak, sedangkan Madrim
hanya memiliki anak dua orang saja.

Pangeran Sri Gantalpati menjadi sakit hati pada Pandu. Demikian juga Gendari, mereka berjanji akan
membuat Pandu dan keturunannya menjadi  menderita selama hidupnya. Perkawinan mereka telah
berlangsung, Kini Dewi Gendari telah berbadan dua. Dewi Gendari  terkejut ketika pada saat melhirkan,
ternyata ia tidak melahirkan anak, tetapi  berupa segumpal daging. Oleh Begawan Abiyasa,  gumpalan aging
itu diruwat menjadi 100 anak.Dari gumpalan daging itu lahirlah Duryudana, Dursasana adalah anak anak yag
bertubuh besar, baru adik adiknya, Citraksa, Citraksi, Durmagati, Citrasena, Citrayuda dan masih banya
lagi, sedangkan satu satunya anak perempuannya adalah Dewi Dursilawati. Sesudah remaja, Dewi Dursilwati
ini sebenarrnya mencintai Arjuna. Namun akhirnya, Dursilawati mendapatkan suami pilihan Duryudana
seorang raja Banakeling bernama, Jayadrata. Untuk mengurangi kekecewaan Dewi Dursilawati meminta Arjuna  yang  merias dirinya

Setelah acara perkawinan Prabu Pandu dengan Dewi Kunti dan Madrim, Dewi Madrim ingin sekali memasak
daging kijang, yang sudah lama sekali tidak dijumpainya. Dewi Madrim minta di carikan daging kijang. Dew
Madrim ingin memasak daging kijang, untuk makan malam pertamanya nanti
Karena Pandu sangat mencintai istrinya, Pandu pun berangkat ke hutan laragan. Di hutan larangan Pandu
melihat sepasang Kijang yang sedang bercumbu kasih. Kijangpun dipanah, keduanya mati. Namun kijan itu
sebenarnya jelmaan seorang resi

Pandu merasa terkejut ketika kiang itu berubah menjadi Resi Kimindana beserta istrinya, yang sedang
sekarat karena panahnya yang menancap di dadanyaPrabu Pandu  mendapatkan supata dari Resi, yang mengatakan bahwa Pandu juga akan mengalami nasib 
yang sama seperti yang baru ia lakukan pada resi, Andaikata Pandu belum mempunyai anak, Pandu tidak
akan bisa mempunyai anak seorangpun, karena apabila Prabu Pandu memadu kasih dengan istrinya, maka
akan mengalami nasib yang sama seperti yang dialami resi Kimindana beserta istrinya, Pandu akan mati kala
memadu kasih dengan istrinya.

Pandu sangat menyesali dirinya, dan mohon ampun pada resi. Setelah supata diberikan kepada Pandu, Resi
Kimindana dan istrinyapun moksa.
Sesampai di istana Astinapura Prabu Pandu menangisi nasibnya. Dewi Kunti dan Dewi Madrim menangisi
kejadian yang dialami suaminya. Dewi Kunti mencoba menghibur suaminya dan Madrim, bahwa peristiwa itu
sudah menjadi ketentuan dewa. Dewi Kunti dan Madrim ingin sekali mempunyai anak juga, seperti halnya
Dewi Gendari yang telah memiliki 100 anak.

Prabu Pandu Dewanata pergi ke sanggar pamujan. Prabu Pandu meminta anugrah dan petunjuk dewata.
Sementara itu Dewi Kunti dan Dewi Madrim masing masing ditempat terpisah juga memohon dewa, agar
dewa memberikan anak pada mereka.Dewi Kunti teringat pemberian mantera Aji Adityarhedaya dari Resi
Druwasa. Dewi Kunti kemudian membaca Mantera Aji Adytahredaya  Permohonan Dewi Kunti terdengar
Batara Darma. Batara Darma datang ketempat Dewi Kunti yang sedang bersemadi. Permintaan Dewi Kunti
di kabulkan, Batara Darma menganugerahkan seorang anak,maka Dewi Kunti pun berbadan dua. Setelah saatnya, bayipun lahir. Batara

Darma pun datang, Anak yang dilahirkan Dewi Kunti diberi nama Sang Darmaputera, atau
Darmakusuma.Sedangkan Prabu Pandu memberi nama Punta Dewa.
Setelah kelahiran anak yang pertama, Dewi Kunti bersemadi kembali, dan datanglah Batara Bayu. Batara
Bayu memenuhi permohonan Dewi Kunti, Batara Bayupun memberikan anugerah seorang anak, maka Dewi
Kunti pun hamil. Pada saat melahirkan, Dewi Kunti terkejut karena ia melahirkan seorang bayi bungkus.

Prabu Pandu merasa cemas dengan keadaan puteranya yang kedua, yang tidak bisa keluar dari bungkusnya.Prabu Pandu pun telah mencoba semua senjata yang dimilikinya, namun semua tidak ada yang bisa menembus bungkus itu.Begawan Abiyasa, memerintahkan agar bayi bungkus  di bawa ke hutan Setra gandamayit, hutan yang angker penuh dengan binatang binatang buas, mungkin juga bisa membantu kelahirannya. Pandu menyetujuinya. Arya Widura disuruh membawa bayi bungkus ke hutan Setragandamayit. Arya Widura dikawal dengan beberapa perajurit dari Puri Pagombakan, berangkat ke hutan Setragandamayit.

Beberapa hari beberapa malam mereka menunggu di hutan, namun belum ada tanda apa pun pada bayi
bungkus. Arya Widura pun bersemadi memohon anugerah dewa.

Sementara Pandu masih menghadapi masalah bayi bungkus. Dewi Kunti telah melahirkan seorang anak lagi.
Anak Pandu ketiga  ini, anugerah  Batara Indra. Oleh Batara Indra anak tersebut  diberi nama Sang
Indratanaya. Pandu memberi nama Arjuna.
Pusaka Resi Druwasa hanya akan mengabulkan 5 kali untuk mengundang dewa. Sedangkan Dewi Kunti telah
mendatangkan Dewa sudah empat kali, maka masih tinggal satu kali kesempatan lagi. Dewi Kunti untuk
pertama kalinya melakukannya, sewaktu masih gadis remaja.ia tanpa sengaja  mematek mantra Resi
Druwasa, Secara kebetulan ia melakukan dibawah sinar matahari, ternyata Batara Surya datang memenuhi
permohonan Dewi Kunti, Batara Surya menganugerahkan seorang anak. Dewi Kunti pun berbadan . Setelah
saatnya  Dewi Kunti melahirkan Suryaputera. Anak ini tergolong dirahasiakan, dan merupakan aib, maka
tidak ada orang lain yang tahu kecuali keluarga Mandura. Batara Surya mengetahui Dewi Kunti masih gadis
dan belum menikah, maka dengan kesaktiannya, bayi itu di lahirkan lewat telinga Dewi Kunti. Makanya bayi
itu diberi nama Karna.Kelahiran Karna tidak diinginkan oleh ayah Dewi Kunti, Prabu Kuntiboja dari
Mandura, Setelah kelahiran bayi Dewi Kunti, Prabu Kuntiboja melarung bayi itu dilarung ke sungai Gangga.
Seorang emban kepercayaan menuruti perintah Raja junjungan gustinya. Emban terus mengawasi
perjalanan sang bayi..  Ternyata bayi itu berhenti di tepi sungai di belakang rumah oleh seorang punggawa
kerajaan Astina, seorang kusir istana, bernama Adirata. Oleh Adirata, anak itu diamgkat sebagai anaknya dan
diberi nama Radeya. Radeya berasal dari kata Radite, yang berati hari Minggu. Diberi nama demikian, kar
bayi itu ditemukan pada hari Minggu. Sedangkan lahirnya hari Minggu. Emban pun pulang ke Istana Mandura
melaporkan keadaan puteranya kepada Dewi Kunti.

Dewi Madrim ingin  memiliki anak,apalagi ketika melihat Dewi Gandari telah berputera 100 orang anak, dan
Dewi Kunti telah berputera tiga orang. Melihat keberhasilan Dewi Kunti telah mendapatkan anak, maka Dewi
Madrim meminta Dewi Kunti agar mau untuk meminjamkan  pusaka mantera Aji Adiytahredaya pemberian
Resi Druwasa..
Dewi Kunti memberi tahu Dewi Madrim kalau pusaka ini hanya bisa dipakai sekali lagi. Dewi Madrim diminta untuk menggunakan pusaka ini dengan sebaik baiknya, jangan sampai gagal.Karena Dewi Madrim menginginkan anaknya lebih dari satu.orang anak, Maka Dewi Madrim mendatangkan Batara Aswin.  Batara Aswin adalah Dewa Kembar dengan Batara Aswan, Maka Batara kembar ini me mberikan anak kembar pula.
Lahirlah kemudian Pinten dan Tangsen. Akhirnya sudah terbabar kisah kelahiran Pandawa dan Kurawa, sesuai dengan janji dewa.
Sri Gantalpati telah diangkat menjadi Patih Kerajaan Astina. Sri Gantalpati, paman dari para Kurawa yang
dikenal juga dengan Patih Sakuni,Patih Sangkuni  atau patih Sengkuni.
Kini para Kurawa bersama pamannya, patih Sengkuni pergi ke hutan Setragandamayit, yang sebenarnya mau
membunuh bayi istimewa itu.
Pangeran Sri Gantalpadi sebagai paman dari para Kurawa, mempunyai niat untuk mmembunuh bayi bungkus.
Ia sebelumnya telah mohon ijin Prabu Pandu untuk pergi ke hutan Setraa
gandamayit, untuk menengok bayi
bungkus yang sudah bertahun tahun tidak bisa keluar dari bungkusnya.
Pandu mengijinkan. Para Kurawapun berangkat. Bayangan kita Kurawa itu sudah gemrudug sebagai orang
dewasa. Namun andaikata  melihat  usia, sejak kelahiran Kurawa dengan anak ke dua Pandu, maka Kurawa
bersusia tiga tahunan. Kalau bayi bungkus sudah tujuh tahunan, maka mereka berusia 10 tahunan. Dalam
cerita wayang di Jawa, biasanya setiap bayi lahir, dimandikan dengan banyu gege. Bayi akan segera menjadi
dewasa, sudah bisa berbicara bahkan sudah bisa berkelahi.  Menurut kami istilah “ dimandikan banyu gege”
itu sebagai pengganti ungkapan kata “ limabelas tahun kemudian, dst” Jadi menghilangkan masa kecil sang
anak.

Sementara itu Dewi Sumi istri Batara Bayu menganugerahkan pakaian lengkap kepada sang Bayi yang masih
dalam bungkus. 
Kelahiran Bungkus, mendapat bantuan seekor gajah putih dari Kahyangan yang bernama Gajahsena, yaitu
dengan menginjak injak bayi bungkus sampai bungkus itu pecah. Bayi Bungkus pun lahirlah. Bayi Bungkus
terkejut, ketika melihat ada seekor gajah besar yang sedang menginjak injak tubuhnya. maka walaupun ia
masih bayi berumur tujuh tahunan, ia sudah bisa menempeleng kepala gajah sebesar itu. Sehingga Gajahsena
pecah kepalanya. Batara Narada melihat kejadian itu, segera turun ke  marcapada. Narada mendatangi bayi
bungkus. Batara Narada memberi tahu, bahwa bayi bungkus adalah putera Prabu Pandu, raja Astinapura.
Sedangkan Gajah putih ini, bernama Gajahsena. Sebenarnya Gajahsena ini yang memecahkan bungkus bayi
itu. Karena Gajahsena telah tewas dan sukmanya telah menyatu dengan bayi bungkus, maka oleh Narada
bayi itu diberi nama Sena atau Bratasena. Sementara itu  Puntadewa dan Arya Widura yang bersemadi di
sekitar kejadian itu, baru terbangun setelah peristiwa terjadi setelah Bungkus membangunkan  dari semadinya.

Sementara itu para Kurawa dengan bersenjata pedang dan gada datang pula di tempat ini. Mereka mencari
bayi bungkus. Bayi Bungkus merasa terganggu dengan kedatangan mereka. Bayi bungkus yang bernama
Bratasena, mengamuk. Para Kurawa terkejut, karena walaupun bayi itu baru keluar dari bungkusnya, ternyata
sudah besar dan sangat gagah dan sakti. Patih Sengkuni memerintahkan agar mereka mengeroyok Bratasena,
kalau perlu di bunuhnya. Para Kurawa kewalahan, mereka melarikan diri dan pulang ke Astinapura.

Tidak lama kemudian Arjuna datang pula ke tempat ini, memberitahu, bahwa negeri Astina sedang di kepung oleh Raja Raksasa dari Kerajaan Paranggubarja, yang meminta Dewi Kunti untuk menjadi istrinya.  Mendengar itu, Bima marah, ia bersedia membela kerajaan Astina.untuk menyelamatkan Ibu Kunti.  Bratasena pulang bersama paman Arya Widura dan Arjuna.

Bayi bungkus telah keluar dari bungkusnya. Bagaimana nasib bungkus bayi itu. Prabu Sempani atau bernama
Prabu Sapwani, ingin sekali mempunyai anak. Ia sudah lama mengharapkan seorang anak. Prabu Sempani
bertapa di Setragandamayit., tempat bayi Bima bungkus dibuang.Sedangkan bungkus bayi itu tertinggal di
hutan. Bungkus itulah yang kemudian diletakkan diatas batu besar, oleh Batara Narada di dekat Prabu
Sapwani bertapa.Prabu Sapwani mengakhiri tapanya, dan di tengah perjalanan mau pulang ke Istana Bana
Keling, ia melihat bungkus bayi, oleh Begawan Sapwani,  di ciptakannya menjadi seorang anak laki laki.

Oleh Begawan Sapwani bayi itu diberi nama Jayadrata atau Tirtanata. Bentuk wayang Jayadrata mirip bentuk
wayang Gatutkaca. Sehingga orang hampir tidak mengenalnya. Banyak yang mengatakan wayang Jajadrata
adalah wayang Gatutkaca, karena sangat mirip. Sayang bungkus Bima ini ternyata menjadi pembunuh
Abimanyu dan para putera Pandawa lainnya. Jayadrata setelah dewasa diangkat menjadi Raja Bana Keling,
menggantikan ayahnya, Prabu Sapwani, yang lengser keprabon dan menjadi seorang Begawan. 

Sesampai sdi Astinapura,  Bima, atau Bratasena mengamuk melawan para raksasa dari Kerajaan
Paranggubarja.  Denganm kekuatan gajah, menyerang prajurit Paranggubarja, Perajurit Paranggubarja yang
masih hidup. akhirnya mengundurkan diri  pulang ke negerinya.Sedangkan rajanya tewas. Bratasena
kemudian berkumpul dengan para saudaranya yang lain, bersanding dengan ayahnya, Prabu Pandu, Dewi
Kunti dan Dewi Madrim.

Mungkin ada kawan-kawan pecinta wayang yang belum mempunyai koleksi mp3nya,kembali saya Share buat anda semuanya Mp3 Wayang Kulit dengan lakon Bimo Bungkus bersama Dalang Kondang asal Tegal Jawa Tengah Ki Entus Susmono.Buat kawan-kawan Kurnia yang berminat untuk Downloadnya silahkan  pada link yang sudah tersedia di bawah.mudah-mudahan bermanfaat dan terimakasih.


DOWNLOAD MP3 BIMO BUNGKUS
  1.  Bimo Bungkus - Ki Entus Susmono
  2.  Bimo Bungkus - Ki Entus Susmono
  3.  Bimo Bungkus - Ki Entus Susmono
  4.  Bimo Bungkus - Ki Entus Susmono
  5.  Bimo Bungkus - Ki Entus Susmono
  6.  Bimo Bungkus - Ki Entus Susmono
  7. Bimo Bungkus - Ki Entus Susmono 


 Kami akan sangat Berterima kasih jika panjenengan mau meninggalkan sedikit komentar sebagai tanda persaudaraan

Download Mp3 Semar Mbangun Kayangan - Ki Entus Susmono

SEMAR MBANGUN KAYANGAN. Meski hanya lakon carangan, Semar Mbangun Kahyangan hampir pasti pernah dimainkan oleh seluruh dalang. Diluar kisahnya yang penuh edukasi moral, menjadikan sosok punakawan sebagai sentral pertunjukan adalah daya tarik tersendiri bagi dalang maupun penikmat wayang. Pesan dari lakon ini adalah bahwa Semar sebagai simbol rakyat, menghendaki para pemimpin untuk membangun jiwa. Pada lakon ini pula terlihat bahwa terkadang penguasa salah menafsirkan kehendak rakyat, memperlakukan rakyat sebagai objek yang bodoh, penguasa cenderung bertangan besi dan mau menang sendiri. Pada Semar Mbangun Kahyangan ini terlihat pada akhirnya penguasa yang lalim akan terkoreksi oleh rakyat jelata.
Semar adalah dewa yang mengejawantah. Semar adalah rakyat jelata yang mengabdi sebagai pengasuh para raja penegak kebenaran. Ia hanyalah orang kampung, terbalut dalam busana sederhana yang melayani umat tanpa pamrih namun penuh kesungguhan. Kuncung putihnya menyiratkan makna bahwa isi kepala Semar adalah fikiran yang suci, positif, penuh hikmah kebenaran. Dalam kehidupan spiritual Jawa, Semar tak sekadar fakta historis, namun juga mitologi dan simbolisme tentang keEsa-an. Realita ini tidak lain hanyalah bukti bahwa masyarakat Jawa sejak zaman lampau adalah masyarakat yang Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.

Baik kawan... mungkin ndak usah saya panjang lebarkan saya bicara tentang ini semua karena saya yakin kawan-kawan semua terutama para pecinta budaya wayang lebih tahu ketimbang saya.
Dan kalau biasanya saya hanya memberikan link download berbagai lagu-lagu mulai saat ini insyaalloh saya akan memberikan koleksi dari salah satu Crew Radio Kurnia FM Trenggalek.Mas Ali Mustofa,banyak sekali koleksi mp3 wayang kulit yang akan saya Share di Blog ini.dengan harapan mudah-mudahan salah satu budaya negeri yang telah di akui dunia ini akan membawa manfaat bagi kita semuanya,terutama para pecinta wayang kulit di seluruh dunia.amin.
Meneruskan judul dari postingan saya kali ini tentang Semar Mbangun kayangan,mungkin ada kawan yang belum pernah menonton atau mendengarkan ceritanya,atau barangkali juga pernah mendengarkan tapi yang jelas setiap Dalang akan memerankan dengan caranya masing-masing. Setelah beberapa waktu yang lalu saya putar di Radio Kurnia FM Trenggalek kali ini akan saya berikan pada anda semuanya Mp3 Semar mbangun kayangan yang di perankan oleh salah satu Dalang Nasional,dan terus terang ini adalah salah satu Dalang favorit saya, Ki Entus Susmono dari Tegal Jawa Tengah.walaupun sampai saat ini saya belum pernah menonton pentasnya secara langsung.
Bagi anda yang ingin mendownloadnya silahkan pada link yang sudah saya sediakan di bawah.mudah-mudahan bermafaat dan terimakasih.



Ki Entus Susmono


DOWNLOAD MP3 SEMAR MBANGUN KAYANGAN
 

 Kami akan sangat Berterima kasih jika panjenengan mau meninggalkan sedikit komentar sebagai tanda persaudaraan
Winamp iTunes VLC BlackBerry Real One

TRENGGALEK KINASIH

Popular Posts

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus