24 Apr 2012

KERADIOAN DAN KEPENYIARAN

Sejalan dengan perkembangan jaman ternyata radio mengalami perkembangan yang begitu cepat, sehingga menuntut seorang praktisi dibadang radio atau siapa saja yang ingin mendalami profesi dibidang broadcasting radio untuk bisa menguasai berbagai karakter radio, segmentasi pasarnya serta kreteria penyiar, sukses menjadi penyiar dan kendala penyiar. Hal itu penting mengingat dimasa sekarang persaingan pangsa pasar begitu ketat.Apabila seorang praktisi radio mampu menguasai segmentasi pasar radio dan apa saja kendalanya bisa membantu dalam membuat perencanaan program dalam produksi radio. 


Karena kesuksesan sebuah perusahaan terletak pada kematangan sebuah perencanaan.Dalam proses kerja keradioan kita juga harus tahu tentang kepenyiaran mengingat sukses atau tidaknya sebuah program radio seorang penyiar harus mampu mengetahui kerja kepenyiaran. Menurut, Drs. Tommy Suprapto, MS dalam bukunya : “Berkarier di bidang Broadcasting” menyebutkan ; bahwa penyiaran berlangsung prinsipnya sama dengan proses komunikasi. Dimanan proses komunikasi terjadi sejak sebuah ide diciptakan sampai disebarluaskan. 
Dimana langkah-langkahnya sebuah ide itu dikemas dalam bentuk pesan yang dapat dikirim baik secara verbal maupun non verbal melalui saluran dan atau sarana komunikasi yang memunkinkan pen itu mampu dijangkau oleh khalayak luas (komunikan).Untuk mengatahui bagaimana dan apa saja yang harus dilakukan oleh seorang praktisi radio\dalam sebuah kepenyiaran kami akan mencoba menjabarkan beberapa pokok bahasan mengenai beberapa pengetahuan mengenai radio yang berkaitan dengan keradioan dan kepenyiaran yang juga harus dikuasai oleh seorang praktisi radio dan penyiar. 

Karakter Radio:
Ada kalanya sebelum menyusun sebuah program radio seorang praktisi radio yang bertugas membuat program acaranya mengetahui karakter radio supaya apa yang direncanakan bisa berjalan baik dan sukses. Mengingat system yang dipakai dalam radio lebih mengandalkan suara yang berbeda dengan televisi. 

Menurut Newby dalam buku Masduki, 2004 “ menjadi Broadcaster Pr ofesional”bahwa anak pertama dunia peyiaran yang mengandlkan suara. Dimana pada awalnya radio ditemukan oleh Guglielmo Marconi seorang ilmuan yang berasal dari Italia dengan penemuannya mengenai teknologi komuniakasi telegrap yang pada perkembangannya menjadi teknologi siaran radio.

Adapun periode perkembangan radio dimulai berbagai eksprimen pada tahun 1919-1921 di Eropa (Masduki, 2004). Hingga pada perkembangannya radio turut serta mendokumentasikan dan mempengaruhi berbagai ideology politik-ekonomi dan peerubahan global dalam masyarakat dengan jangkauan luas yang dimiliki oelh radio sampai keberbagai pelosok-pelosok desa.

Radio juga merupakan modal utama untuk menjadi alat yang bisa menstimulasi pendengar atau khalayak dalam penyebaran atau informasi-informasi baru yang memungkinkan untuk dapat segera diketahui oleh khalayak. Karena secara “psiklogi suara adalah sensasi yang terpersepsikan kedlam kemasan auditif (bunyi). Dimana bunyi suara yang dihasilkan radio merupakan hasil dari efek gesekan sejumlah melekul yang ditrantsmisikan melalui medium elastis dalam suatu interaksi dinamis antara molekul itu dan lingkungannya”, Stanley S. Alten dalam buku Masduki, 2004.

Suara dalam sebuah radio juga merupakan kombinasi tekanan emosional, perceptual, dan fisikal yang timbul dan berasal dari sauatu suara yang termediasi oleh teknologi yang kemudian menimbulkan formasi imajinasi visual di benak pendengar dan mampu menciptakan suasana gambaran. Pencampuran antara kata, musi, dan efek suara lainnya akan mempengaruhi emosi pendengar serta mengajak mereka berada di lokasi kejadian yang tersimpul dalam konsep yang biasa dikenal sebagai the theatre of mind.

Sebagai medium komunikasi yang makin diperlukan oleh masyarakat yang aktif bekekerja, radio memiliki tiga kekuatan yaitu ; pertama, mobilitas radio tinggi sehinggarnya kemana-mana sambil pendengar kemana-mana tetap sambil sibuk bekerja disituasi dan lokasi tertentu. Kedua, realitas dimana radio juga bisa menggiring pendengar kedalam kenyataan suara-suara actual dan bunyi dari fakta yang terekam dan disiarkan. Ketiga, geseran dimana dala penyajian informasi dan petunjuk yang dibutuhkan pendengar secara cepat dan bahkan langsung pada saat kejadian. Dan pendengar juga bisa berinteraksi dengan penyiar secara mudah melalui fasilitas telpon.

Dalam interaksinya dengan radio, menurut Drs. Tommy Suprapto, MS dalam bukunya; “Berkarier di bidang Broadcasting” seorang pendengar juga memiliki enam perilaku. Pertama, rentang konsentrasi dengarnya pendek sehingga menuntut seorang penyiar memiliki kemampuan mengolah pesan agar bisa cepat diterima dan dipahami.

Kedua, perhatian pendengar cepat teralihkan oleh orang atau peristiwa disekitarnya karena baginya radio merupakan teman santai. Ketiga, pendengar tidak bisa menyerap informasi dalam sekali dengar karena daya ingat yang terbatas akibat dari aktivitas pendengaran yang selintas. Keempa, pendengar lebih tertarik pada hal-hal yang ada hubungan emosional. orang Kelima, pendengar lebih mudah mengoprasikan radio baik mau dimatikan atau dihidupkan. Keenam, pendengar tidak bisa dideteksi secara langsung sehingga tidak diketahui apakah pendengar pintar, heterogen dan tidak fanatik.

Selain itu dengan andalan pertamanya sebuah radio adalah suara. Maka seorang teknisi radio atau penyiar dituntut mampu memahami keinginan pendengar supaya program yang direncanakan tidak sia-sia. Dan mampu menarik perhatian pendengar untuk setia mengikuti jalannya program radio sampai selesai bahkan beralihk ke acara lain sekaligus.

Dengan andalan suara itu seorang praktisi radio juga harus mampu mengusai bahasa-bahasa yang simple dan mudah dipahami mengingat suara yang diputar dalam radio bersifat langsung dan tidak diulang lagi. Sehingga pendengar bisa langsung menangkap pesan yang disampaikan oleh penyiar. Dimana bahasa yang digunakan ditntut sesederhana mungkin tanpa meninggalkan aturan-aturan yang telah ditetapkan.  
Tipologi Pendengar Radio:
Dalam dunia keradioan tipologi pendengar atau komunikan tidak bisa terlepas dari seorang praktisi radio atau penyiar. Mengingat persaingan radio yang begitu ketat seorang pengelola radio dituntut dalam mengenal para pendengar radionya supaya program yang disajikan bisa dinikmati oleh pendengar karena ada hubungan emosional.

Dalam peyiaran radio tiga pihak yang berinteraksi dalam siaran radio tidak bisa dipisahkan yang terdiri dari penutur yang terdiri dari DJ, Penyiar, dan penulis naskah tidak bisa saling dipisahkan. Seorang penyiar mempersiapkan materi yang akan dibawakan, pendengar menikmati materi yang disampaikan dan penulis naskah membuat serangkaian kalimat yang sifatnya sesuai dengan tipologi pendengar atau bahasa dalam sebuah komunitas.

Adpun stasiun radio terhadap pendengarnya bersifat spontan, pasif, selektif dan aktif berbeda-beda, baik dalam penyajian acara maupun strategi komunikasi interaktifnya. Dari segi tujuan pragmatis amat penting membuat pendengar aktif sebagai modal utama merekabernegoisasi dengan pengiklan. Bagi radio non komersial, yang paling penting adalah terbentuknya pencerahan internal dari pendengar baik aktif maupun pasif secara sepontan setelah menyimak acara siaran.

Adapun data tipologi pendengar biasanya juga diklasifikasikan menjadi tiga disiplin akademis. Pertama, demografi. Kedua, geografi, dan ketiga psikologi. Sehingga dengan ketiga tipologi itu dapat menghasilkan tiga disiplin ilmu yang kemudian ditentukanlah tiga strategi dalam kebijakn pengelolaan radio siaran ;

Segmenting : yaitu proses membagi-bagi atau mengelompokkan pendengar dalam kotak-kotak psikografis-sosiografis yang lebih homogeny (Rhenald Kasali, 2002).
Taargrting : suatu proses menyeleksi, memilih, dan menjangkau potesi pendengar melalui program siaran yang tepat.
Positioning : dimana strategi memasuki jendela otak penndengar dan strategi komunikasi pembentukan citra produk siaran dibenak pikiran pendengar. Yang mana pendengar adalah konsumen sekaligus komuditas yang harus dijaga keberlangsungannya.

Disenilah seorang penyiar atau praktisi radio dituntunt untuk selalu melakukan evaluasi terhadap kenerjaga setiap tahun supaya apabila ada perkembangan terhadap pendengarnya bisa diantisipasi dengan mengolah kembali program-program lama menyesuaikan keinginan atau perkembangan pendengar setia radionya agar tidak berindah channel .
Selain itu seorang praktisi juga dituntut menyesuaikan program-program acara radionya sesuai dengan segmen pendengarnya supaya acaranya bisa enarik perhatian pendengar untuk bisa menjadikan radionya sebagai bahan referensi dalam menjawab problematika para pendengarnya. Karena radio yang baik adalah radio yang mampu menyajikan kebutuhan akan informasi para pendengarnya.

Menjadi Penyiar Profisonal:
Menjadi seorang penyiar profisional yang berprofesi dalam dunia kepenyiaran khususnya radio seorang penyiar memiliki andil besar dalam mewujudkan terlaksanakannya sebuah program radio. Sehingga penyiarpun dituntut lebih professional dalam melaksnakan program acara yang telah tersusun. Sehingga untuk mewujudkan semua itu perlu adanya sikap yang profesional dalam dirinya. Yakni tidak asal melakukan hal yang dapat merusak para pendengarnya dengan melakukan hal-hal yang berakibat fatal.

Adapun penganekaragaman program radio layaknya bisa diatasi oleh seorang “aktor” atau penyiar dengan penguasaan teknik serta segala kemampuan vokal dan wawasannya. Sebagai akju, seorang penyiar harus mengendalikan empat senjata utama, yaitu pikiran, perasaan, suara, dan raga. Jalan satu-satunya untuk mewujudkan ialah dengan berakting secara terus menerus di bawah bimbingan dan arahan ketat yang boleh dari dirinya sendiri (Masduki, 2004).

Dengan sifat radio yang auditif/suara. Jangan dikira kendali raga juga tidak perlu. Kebugaran raga seorang penyiar merupakan modal dan langkah utama untuk tampil prima. Gerak raga yang responsive saat siaran sering membantu tercapainya komunikasi yang wajar di telinga pendengar. Ilusi dan imajinasi bisa mmendekati kenyataan jika actor radio mengolah suara sembari menggerakkan tubuhnya untuk mencapai efek-efek tertentu yang sangat diperlukan dalam menciptakan fantasi pendengar. Suara dan cara bicara penyiar menentukan identifikasi stasiun radio.

Selain itu, seorang penyiar dituntut cakap, dan mampu menyesuaikan diri, berpikir cepat dan tak kenal lelah. Vocal penyiar harus bervariasi dan unggul. Dengan kata lain, mempunyai suara unik, bukan sekedar suara pria baritone yang berat atau wanita yang mempunyai suara bulat dan manja. Selain harus penuh vitalitas, wajar, tidak dibuat-buat. Dan yang paling penting adalah suara bisa secara cepat diselaraskan oleh seorang penyiar dalam menghadapi perubahan disekertarnya.

Kemajuan teknologi dan tuntutan pendengar, siaran radio dituntut lebih profesional. Sehingga seorang penyiar atau reporter harus selalu mengembangkan skill yang dimilikinya supaya mampu mengemas pesan dengan bahasa yang lebih baik.

DJ, maupun seorang penyiar perlu membentuk sikap (attitude) bahasa (language). Dan sikap yang harus dimilii oleh DJ maupun penyiar adalah sikap sopan diudara sesuai dengan kebutuhan situasi acara, menghargai waktu, rendah hati dan bertanggungjawab dan tidak menggurui.

Dan dari segi bahasa DJ, dan penyiar juga harus memiliki vokal jelas menggunakan bahasa sesuia dengan tingkat kemampuan bahasa pendengarnya seperti yang telah dijelaskan diatas, dan pandai memilih kosa kata yang relevan dan actual dengan acara dan perkembangan jaman.

Dari segi wawasan seorang DJ atau penyiar juga memberikan nilai tambah. Seorang penyiar n mengeharus mengetahui dan mengetahui semua informasi-informasi yang baru supaya tidak ketinggalan perkembangan para pendengar atau penikmat radionya.

Mengenal Produksi Radio :
Seorang praktisi radio baik reporter maupun penyiar dituntut menguasai operasional perangkat radio baik hardwere maupun sofhwerenya. Keterampilan memainkan alat-alat seperti maccer dan tip rekorder sangat mebantu proses kerja dan kualitas dari sebuah radio.

Adapun seorang praktisi radio juga harus bisa membuat pembagian acara dalam agenda. Sehingga tidak ada kesimpang siuyiaran.ran dalam jadwal penyiaran sebuah acara radio. Karena letak keberhasilan dapat diukur sejauhmana pembagian dan jadwal dibuat sesuai dengan waktu yang dimiliki oleh penyiar atau yang bertanggung jawab merealisasikan agenda yang telah dibuat.

Komunikasi yang intens antara penanggungjawab harian perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya kekosongan dari para penyiar atau DJ apabila tidak bisa datang sewaktu-waktu karena berhalangan baik sakit atau kegiatan lain yang tidak bisa ditunda.

Maka dalam membuat agenda itu dalam sebuah siaran, radio harus beoperasi di tengah masyarakat yang daerahnya strategis. Dan salah satu kuncinya dalam aktivitas siaran radio adalah perencanaan. Karena perencanaan juga merupakan bagian dari manajemen radio. Membuat perencanaan berarti juga membuat konsep acara yang akan disuguhkan kepada pendengar. Mengetahui secara persis apa kebutuhan pendengar merupakan hal yang penting, tidak sekedar mengahadirkan acara dan agenda dengan materi atau kemasan baru, ( Tommy Suprapto, 2006)

Untuk mengetahui keinginan pendengar dapat dilakukan melalui dua cara. Pertama penilitian yang memaki banyak biaya. Kedua dengan berbicara kepada pendengar, orang-orang yang menelpon kestasiun, keluarga, atau teman. Tanyakanlah apa yang ingin mereka dengar. Selain pendengar, aspek lain yang harus dipertimbangkan ketika merencanakan acara adalah visi dan misi radio, kemampuan SDM, dan teknis produksi yang ada. Setiap radio pasti memiliki visi misi yang akan memandu agar perencanaan acara lebih focus dan sesuai target. Dalam kajian pemasaran pun kita dapat mengenal konseP 4 P yang bisa dipakai dalam sebuauh perencanaan program dan agenda radio. Yaitu product, price, plece, dan promotion. Seorang perencana acara yang baik akan selalu mempertimbangkan bagaimana agar acara itu digemari. Product artinya materi acara disukai pendengar, price artinya efisiensi energy yang harus dikeluarkan pendengar untuk menyimak acara dan biaya produksi dan pleace adalah kapan waktu yang tepat untuk siaran. Dan promotion artinya bagaimana embuat acara itu menjadi milik pendengar sehingga mendatangkan iklan. Perencanaan merupakan bagian dari standar operational procedure.(SOP).


Adapun beberapa penjabaran singkat bagian dari SOP antara lain ;
  • Planning yang meliputi perencanaan produksi paket acara siaran melalui diskusi kelompok oleh tim kreatif ber Ama para pelaksana siaran lainnya. Hasil planning kemudian menjadi , sebuah proposal yang memuat nama acara, materi kata dan music, durasi, biaya produksi, promosi, dan lainnya.
  • Colleting yang merupakan pencarian dan pengumpulan materi music dan kata yang dibutuhkan, termasuk menghubunggi calon narasumber jika acaranya berupa talk show. Sumber bisa berasal dari perpustakaan, media massa, atau wawancara kelapangan. Hasilnya berupa setumpuk materi siaran yang memadai dan siap olah untuk produksi acara.  
  • Writing yaitu seluruh materi yang diperoleh kemudian diklarifikasikan untuk selanjutnya ditulis secara utuh dalam kalimat yang siap baca atau disusun sedemikian rupa yang dirangkai dengan naskah pembuka-penutup siran naskah selingan. Penulis naskah mengerjakan tugasnya sehingga menghasilkan naskah siaran terketik rapid an siap baca.

  • Vocal Recording merupakan rekaman suara presenter yang membacakan naskah buatan penulis naskah diruang rekaman.

  • Mixing yang merupakan penggabungan materi vocal presenter dengan berbagai jenis music pendukung dan lagu oleh operator atau mixerman dengan perangkat teknologi analog atau digital sehingga menghasilkan paket acara yang siap siar. Proses ini dilakukan dengan memperhatikan standar kemasan setiap acara.

  • On Air yaitu penayangan acara sesuai jadwal yang telah direncanakan. Khusus untuk produksi siaran bersifat langsung (live), tidak perlu vocal recording terlebih dahulu. Proses itu dilakukan bersama dengan maxing saat on air oleh penyiar bekerja sama dengan operator.

  • Evaluation yaitu dimana setiap perencanaan harus ada evaluasi untuk melihat dan menilai tingkat keberhasilan dari perencanaan yang sudah berjalan. Dimana siaran dan penyiaran paket acara berlangsung juga diberlakukan evaluasi. Evaluasi meliputi apa saja kelemahan materi dan teknis, koordinasi tim, dan sebagainya.


Mengetahui Teknologi Radio dan Perkembangannya
Komunikasi siaran radio adalah proses transmisi dari pengirim yang terdiri para penyiar di studio radio dan kepala penerima yang terdiri atas khalayak radio pada geografis tertentu dengan beragam situasi. Dalam proseses itu sarana penyambung berupa fasilitas teknologi siaran baik bersistm digital. Jalur em analog atau manual maupun bersistem digital. Jalur yang dipakai oleh sebuah radio biasanya yang digunakan berkomuniaksi disebut jalur frekuensi. Dan secara teknologi frekuensi adalah jumlah gelombang yang melewati suatu titik perdetik, ( Masduki, 2004).

Adapun dua jalur yang popular di Indonesia adalah jalur AM dan FM. AM (Amplitudo Modulation) dipilih untuk jangkauan geografi yang lebih luas dan struktur lokasi yang berbukit-bukit. Sedangkan FM (frequency Modulation) yang dipilih untuk jagkauan terbatas dan lokasi tanah yang datar.

Jalur frekuensi FM memiliki kualitas audio lebih baik daripada AM. Factor gangguan berisik (noisce) kecil. Dan FM menggunakan kapasimikiantas listrik lebih kecil daripada AM. Sedangkan AM disamping konsumsi listriknya lebih besar, audionya AM juga kurang jernih dicerna. Meskipun demikian, AM memiliki kelebihan pada penggunaan pita frekuensi (bandwidth) yang tidak boros.

Dalam perkembangannya pun audio mengalami perkembangan yang signifikan. Ada dua perkembangan penting pada teknologi radio pasca tahun 1990-an,
  • Dibidang produksi siaran, system editing manual menggunakan mixer yang dirancang khusus dan itu sekarang mengalami pekembangan berpindah kesistem editing menggunakan perangkat personal computer dengan software bernama cool editing pro, Raduga, sound Force dan sebagainya.
  • Dibidang distribusi transmisi siaran, dari perangkat pemancaran di jalur treestrial (AM/FM) berpindah jalur ke online (Jalur bebas Frekuensi).
Beberapa penyiaran radio yang mengalami perkembangan itu menuntut bebera pengelola dan praktisi radio memperluas skill dan keahliannya dalam rangka menjaga eksistensinya dimasyarakat atau pendengarnya. Dan penyiaran yang sifatnya digital dengan berbasis computer marupakan teknologi terkini yang berkembang dalam industry radio siaran. Dua bentuk teknologi penyiaran radio tersebut adalah penyiaran radio melalui internet(online) dan penyiaran melalui satelit.
  • On Demand yang menyiarkan file audio yang telah direkam sebelumnya, misalnya BBC melalui situs www.bbc.uk/Indonesia.
  • Live Yakni dilakukan secara langsung dalam menyiarkan acara pada saat bersamaan dan bisa disimak user melalui situs radio setempat. Misalnya radio Elshinta melalui situs www.elshinta.indosat.net.id/live.r.a

Adapun dalam perkembangannya perkembangan radio melalui internet mengalami berbagai kendala dalam perkembangannya. Salah satu faktornya adalah infrastruktur dibidang layanan internet dan listrik yang sulit dijangkau oleh masyarakat yang berada di pelosok desa.
Akibatnya, perkembangan teknologi secara live lewat internet hanya pada neger-negara tertentu saja atau dengan kata lain negera-negara maju. Seperti negera di Eropa, Prancis, Amerika, Rusia dan daerah lannya disana.
Kita lihat saja misalnya layanan radio livecasting di Amirika bisa menjadi bisnis hiburan melalui siaran langsung konser melalui alamat di internet www.liveconserts.com. Secara teknis layanan radio online menampilkkan dua jenis proses.
  • Unicasting untuk on demand yaiitu pengiriman dari satu titik ketitik lain(dari e-mail personal ke personal lainnya) secara berulang melalui fasilitas streaming server.
  • Multicasting yaitu untuk realtime/live pengiriman data dari titik ke banyak titik yang merupakan kesatuan(e-mail personal ke milis) secara berulang melalui fasilitas streaming server juga.

Kesimpulan
Dari beberapa uraian materi keradioan dan kepenyiaran diatas dapat kita simpulkan beberapa kesimpulan sebagai bekal yang berfungsi untuk acuan dalam mengelola dan membuat produksi acara radio pada sebuah lembaga kepenyiaran radio yakni ;
  • Seorang praktsi atau pengelola Radio harus mampunyai kemampuan dan kepekaan terhadap kebutuhan akan informasi yang dibutuhkan pendengarnya supaya pendengrar tidak berpindah kelain channel.
  • Pengetahuan seorang praktisi atau penyiar harus selalu di update sesering mungkin mengingan per kembangan teknologi yang begitu cepat dimana perkembangan tersebut juga berlaku pada dunia kepenyiaran yang biasa kita kenal dengan siaran streaming/online melalui layanan internet.
  • Keterampilan dalam menolah vocal baik ketika siaran atau saat melakukan dabbing perlu dilatih sesering mungkin untuk menghasilkan suara yang lebiih berkualitas dan mempuyai keunikan tersendiri.
  • Perencanaan adalah yang paling penting dalam mengelola sebuah radio menginga keberhasilan sebuah lembaga dalam menjalankan visi dan misinya terletak pada perencanaan yang matang. Yang hal ini berlaku pada dunia keradioan dan kenyiaran supaya dapat mencapai hasil yang memuaskan yang didalamnya terdiri dari plaining, controling, dan evaluation pada setiap perode tertentu sesuai aturan yang telah ditetapkan disepakati.
   

0 komentar:

Poskan Komentar