Select Menu

,

,

Slider

Haji & Umroh

Motivasi

Serba Serbi

Trenggalek

Kesehatan

Videos

» » KI ANOM SUROTO LAKON PALASARA MAGURU
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Kali ini sharing Wayang kulit lakon Palasara Maguru Koleksi convert pita kaset rekaman lama dengan dalang KI Anom Suroto.



Parasara atau Palasara adalah salah satu tokoh yang muncul dalam wiracarita Mahabharata. Ia adalah putera Bagawan Sakri alias Shaktya, dan merupakan cucu Maharesi Wasista. Ia menikah dengan Satyawati dan memiliki seorang putera yang bernama Byasa atau Abiyasa. 
Dalam kitab Adiparwa atau Mahabharata bagian pertama, dikisahkan Bagawan Parasara berdiri di tepi sungai Yamuna, minta diseberangkan dengan perahu, Satyawati alias Durgandini atau Gandawati menghampirinya kemudian bersedia mengantarkannya ke seberang dengan dengan perahu. Dalam perjalanan, mereka saling bercakap-cakap, Satyawati menceritakan bahwa ia terkena penyakit yang menyebabkan badannya berbau busuk. Ayahnya kemudian mengatakan siapa saja lelaki yang bisa menyembuhkan penyakitnya, boleh dijadikan suami.
Parasara yang memang terpikat dengan kecantikan Satyawati, bersedia menyembuhkan penyakit Satyawati. Dengan kemampuannya seorang Resi, ia dengan mudah menghilangkan penyakit Satyawati. Lamaran Palasara pun diterima, akhirnya Palasara dan Satyawati melangsungkan pernikahan. Mereka menikmati malam pertamanya di atas sebuah perahu yang terapung di tengah sungai Yamuna. Parasara menciptakan kabut gelap nan tebal agar tidak terlihat oleh orang lain. Dari hubungan mereka, lahirlah seorang putera yang luar biasa yang diberi nama Krishna Dwaipayana. Dari Byasa itulah lahir Pandu, Dretarastra dan Widura, sebagai penerus kerajaan Kuru.
Dalam pewayangan Jawa, Palarasa adalah putera Bambang Sakri dengan Dewi Sati. Sejak kecil ia ditinggal ayahnya mengembara entah kenama. Palasara tinggal bersama ibunya di istana kerajaan kakeknya yaitu di keratin Wirata. Suatu hari, ia mendengar bahwa ayahnya tewas dibunuh oleh raja yang bernama Prabu Kalmasapada, karena raja tersebut dikutuk menjadi raksasa oleh Bambang Sakri setelah kalah perang tanding.
Palasara sedih mendengar kematian ayahnya dan bertekad untuk membunuh Prabu Kalmasapada. Parasara kemudian berguru kepada seorang brahmana, ia diberi keris pusaka yang bernama Pulanggeni sebagai tanda selesainya masa bergurunya dengan sang brahmana. Palasara khirnya bertemu dengan Prabu Kalmasapada bersama Bagawan Dwapara. Akhirnya terjadilah perang tanding antara mereka, Prabu Kalmasapada dan Begawan Dwara tewas di tangan Palasara setelah terhunus keris Pulanggeni. Setelah berhasil menuntaskan dendamnya, Palasara melanjutkan perjalanannya untuk bertapa.
Namun dalam versi yang layn diceritakan saat bertapa, Palasara digoda oleh seorang Dewa yang menyamar menjadi seekor burung emprit/pipit dan bersarang di rambut sang tapa.Karena marah, Palasara memburu burung itu,dan akhirnya ia bertemu dengan Dewi Durgandini, pwteri raja negara Wirata yang saat itu sedang bertapa di perahu. Palasara kemudian memperistri Dewi Durgandini.
Palasara kemudian menciptakan hutan menjadi suatu negara, yakni Astina, ia bertakhta di Astina sebagai Raja dengan nama Prabu Dwipakeswara.
SELAMAT MENIKMATI

About RK Entertain

Radio Kurnia FM Trenggalek"-Informasi Music Dan Budaya" Telp.0821 4107 4555 SMS.0821 4107 4666
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar